Apa yang terjadi
KPMG menerbitkan survei kuantitatif ini pada 23 Juni 2026, berdasarkan 1.013 pemimpin keuangan senior di 20 negara dan 13 sektor untuk menilai bagaimana AI digunakan, diukur, dan diatur dalam fungsi keuangan. Temuan utama: penggunaan AI aktif dalam keuangan telah lebih dari dua kali lipat sejak 2024, meningkat dari 30% menjadi 75%, namun hanya 23% organisasi melaporkan hasil yang melebihi ekspektasi. Pembeda yang menentukan adalah 'kesiapan jaminan' — organisasi yang mampu menghasilkan bukti audit dan menjelaskan keputusan AI melaporkan tingkat pengurangan kesalahan tiga hingga enam kali lebih tinggi (33% vs. 6%) dan hampir tiga kali lebih percaya diri dalam menskalakan AI (42% vs. 14%). Kesenjangan sektor yang tajam tetap ada: 71% pemimpin perbankan melaporkan akurasi peramalan yang lebih baik dibandingkan hanya 44% di layanan kesehatan, didorong oleh perbedaan fondasi data. Hambatan terbesar adalah kualitas data, dikutip oleh 36% sebagai hambatan utama dan peluang mereka.
Mengapa penting
CFO dan komite audit menghadapi kesenjangan kinerja yang konkret dan terukur: tata kelola dan auditabilitas AI kini merupakan pendorong ROI fungsi keuangan yang dapat diukur secara langsung, bukan hanya overhead kepatuhan — dan regulator mulai menuntut bukti. Pemimpin keuangan yang tidak dapat menunjukkan kesiapan jaminan berisiko menghadapi pengawasan regulasi dan kerugian kompetitif saat mayoritas rekan meningkatkan skala AI secara agresif.
Tindakan yang diperlukan
CFO dan komite audit harus membandhakan postur kesiapan jaminan AI organisasi dengan ambang batas 'siap penuh' 42% dan memberi mandat penilaian kesenjangan yang mencakup jejak audit, penjelasan, dan pelacakan kesalahan untuk semua proses keuangan yang diaktifkan AI.